1.
Pengertian Teks
Editorial
Teks Editorial adalah teks yang berisi pendapat
pribadi seseorang terhadap suatu isu atau masalah akual
2.
Ciri-ciri Teks
Editorial
a)
Tema yang aktual
dan factual
b)
Bersifat
sistematis dan logis
c)
Tajuk rencana
merupakan opini atau pendapat yang bersifat argumentative
d)
Menarik untuk
dibaca karena penggunaan kalimatnya yang singkat padat dan jelas
3.
Struktur Teks
Editorial
a)
Pernyataan
pendapat (tesis)
Bagian berisi sudut pandang penulis
mengenai masalah yang dibahas
b)
Argumentasi
Bagian berisi alasan atau bukti untuk
memperkuat pernyataan dalam tesis
c)
Penegasan Ulang
Pendapat (reiteration)
Bagian berisi penegasan
ulang pendapat yang didorong oleh fakta bagian argumentasi untuk memperkuat
atau menegaskan
4.
Kaidah
Kebahasaan Teks Editorial
a)
Adverbia adalah
untuk menyakini pembaca mengenai teks yang dibahas dengan menegaskan
menggunakan kata keterangan seperti : selalu, biasanya, sering, kadang-kadang,
jarang
b)
Konjungsi adalah
kata penghubung seperti : bahkan
c)
Verba relasional
adalah verba yang menunjukkan hubungan intensitas
d)
Verba mental
adalah verba yang menerangkan persepsi
5.
Jenis-jenis Teks
Editorial
a)
Interpreative
editorial, bertujuan untuk menjelaskan isu dengan menyajikan fakta dan figure
untuk memberikan pengetahuan
b)
Controversial
editorial, bertujuan untuk menyakinkan pembaca atau menumbuhkan kepercayaan
pembaca terhadap suatu isu
c)
Explantory
editorial, menyajikan masalah atau suatu isu agar dinilai oleh pembaca serta
bertujuan untuk mengidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masyarakat
untuk memperhatikan suatu isu
6.
Tujuan Teks
Editiorial
a)
Mengajak pembaca
untuk ikut berfikir tentang isu aktual yang sedang hangat dibicarakan atau
sedang terjadi dikehidupan sekitar
b)
Memberikan opini
atau pandangan redaksi kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang
7.
Manfaat Teks
Editorial
a)
Memberikan
informasi kepada pembaca
b)
Merangsang
pemikiran pembaca
c)
Menggerkan
pembaca untuk bertindak
8.
Fungsi Teks
Editorial
a)
Fungsi tajuk
rencana, umumnya menjelaskan berita dan akibatnya pada masyarakat
b)
Memberikan latar
belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang
mempengaruhi dengan lebih menyeluruh
c)
Meneruskan
penilaian moral mengenai berita tersebut
d)
Analisis kondisi
untuk mempersiapkan kemungkinan yang terjadi
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2371379/original/080347700_1545553487-banjir.jpg)
Liputan6.com,
Jakarta Penyebab tsunami perlu diketahui masyarakat. Mengingat
bencana alam tsunami bisa terjadi kapan saja. Bencana alam adalah hal yang
sangat menakutkan bagi manusia. Dan tsunami merupakan salah satu macam bencana
alam yang beberapa kali terjadi terutama di Indonesia.
Penyebab
tsunami bisa terjadi karena berbagai faktor. Di Indonesia sendiri, tsunami
sudah terjadi beberapa kali, salah satunya bencana alam tsunami pernah menerpa
indonesia pada akhir tahun 2004, Aceh dihantam gelombang laut yang memakan
banyak korban jiwa. Indonesia tergolong sering dilanda oleh tsunami. Penyebab tsunami di Indonesia karena wilayah ini berada
diantara tiga lempeng tektonik dan cincin api pasifik.
Penyebab
tsunami dapat terjadi karena pergerakan tiba-tiba di dasar laut yang
menyebabkan perpindahan sejumlah air besar. Namun penyebab tsunami yang paling
sering terjadi adalah akibat gempa bumi bawah laut. Apabila gempa berada dekat
dengan permukaan air laut, berada pada jarak 0 hingga 30 kilometer di bawah permukaan
laut, tsunami mungkin akan terjadi. Meski demikian tidak semua gempa yang
terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami. Misalnya, gempa bumi di dasar
laut yang pusat gempanya lebih dari 30 kilometer di bawah permukaan air tidak
berpotensi tsunami. Namun gempa bumi di darat juga dapat menjadi penyebab tsunami. Jika patahan gempa bumi yang terjadi di
darat memanjang hingga masuk kelempengan yang berada di laut, maka hal tersebut
dapat menyebabkan tsunami.
Berikut Liputan6.com rangkum dari
berbagai sumber Sabtu (3/8/2019) tentang penyebab tsunami, tanda-tandanya dan
dampaknya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/847973/original/034936200_1428645912-Tambora.png)
1. Letusan Gunung Berapi
Letusan dari gunung berapi itu menyebabkan terjadinya gempa
vulkanik. Penyebab letusan gunung berapi di dasar laut menyebabkan tsunami
dahsyat. Seperti Gunung Krakatau merupakan contoh letusan dahsyat dan
menimbulkan tsunami pada 27 Agustus 1883. Gelombang tsunami yang ditimbulkannya
mencapai 35 meter dan menewaskan lebih dari 36.000 orang.
Longsor bawah laut berpengaruh pada pergerakan volume air
yang mendadak dan pada skala tertentu menyebabkan tsunami. Beberapa longsor di
dasar laut bisa juga disebabkan oleh gempa bumi. Longsor di sepanjang
continntal scop (suatu lereng di dasar laut) yang menjadi sisi sebagian besar
garis pantai juga menjadi sumber terjadinya tsunami yang dihasilkan oleh gempa
bawah laut.
Hantaman meteor yang jatuh ke permukaan laut dapat
menyebabkan ketidakseimbangan lempeng laut yang mengakibatkan gempa dan tsunami
yang sangat besar.
B. Tanda-Tanda Bencana Tsunami
Pada
dasarnya tsunami bisa di prediksi dengan tanda-tanda alam yang terjadi sebelum
tsunami dengan mengetahui tanda-tanda terjadinya, hal ini bisa meminimalisir
korban yang terjadi akibat bencana tersebut.
Jika mendengar suara gemuruh tiba-tiba, perlu diwaspadai
akan bahaya tsunami yang akan terjadi. Suara gemuruh ini terjadi akibat adanya
pergeseran lempeng bumi dibawah laut.
Pada proses awalnya, tsunami ditandai dengan surutnya air
laut secara tiba-tiba. hal ini disebabkan terbukanya lempengan bumi di bawah
laut, otomatis air laut akan mengisi ruang yang dibuat oleh lempeng bumi yang
terbuka. Inilah yang terjadi ketika Tsunami Aceh. Ketika air laut surut,
orang-orang pantai berkumpul untuk mengumpulkan ikan. Namun beberapa menit
sejak air laut surut, gelombang besar muncul dan mengejutkan orang-orang
tersebut.
Tanda berikutnya adalah tanda-tanda hewan yang tidak lazim
dari biasanya. Terdapat aktivitas burung-burung camar yang biasanya muncul di
area laut. Binatang akan cenderung menjauhi laut karena insting tajam
mereka akan bahya yang terjadi.
Laut akan otomatis memberikan tanda terjadinya tsunami.
Beberapa menit sebelum adanya gelombang besar, akan ada gelombang-gelombang
kecil yang menandai kembalinya air laut. Larilah menuju dataran tinggi,
pegunungan, ataupun perbukitan untuk menyelamatkan diri dari sapuan gelombat
tsunami.
C. Tindakan dini penyelamatan yang bisa dilakukan menjelang terjadi Tsunami.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2555046/original/065552500_1545627890-20181224-Tsunami-Sumur-Ujung-Kulon-6.jpg)
Warga mencari sisa harta benda usai tsunami menerjang Kampung Sumur, Ujung Kulon, Banten, Selasa (24/12). Situasi Kampung Sumur saat tsunami benar-benar panik dan mencekam. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Jika kamu merasakan atau melihat dan
mendengar tanda-tanda yang disebutkan diatas, maka yang perlu kamu lakukan
adalah segerah memberitahu orang-orang disekitar, jangan menunggu peringatan
tsunami resmi, dan bergegas menyelamatkan diri dengan:
Menjauhi daerah pesisir laut dan
mencari dataran atau bangunankokok yang lebih tinggi. Menjauhi sungai,
ombak tsunami bisa bergulir hingga ke sungai dan aliran air lainnya yang
mengarah ke laut.
Dampak
Bencana Tsunami
D.
Bencana alam tsunami sama dengan
bencana alam lainnya. Bencana Tsunami juga menimbulkan banyak dampak atau
kerugian. Berikut beberapa dampak tsunami :
1. Terjadi kerusakan kerusakan
prasarana dan sarana sehingga menyebabkan berbagai aktivitas
terganggu.
2.
Lahan Pertanian dan perkebunan
rusak. Aliran air akibat tsunami di daratan juga
dapat mengikis top soil
lahan pertanian maupun perkebunan sehingga
lahan akan tergradasi.
3.
Dampak terhadap perekonomian,
bencana alam tsunami dapat mempengaruhi harga komoditas pangan dan energo yang
tentunya akan memicu terjadinya inslasi.
Komentar
Posting Komentar